Selasa, 06 Januari 2015

Istiqomah


"Sukses Bersumber dari Istiqomah"

Setapak demi setapak pendaki gunung ke puncak.

Selangkah demi selangkah, para pelari marathon pun bisa melalui puluhan kilo meter.

Putaran demi putaran ban mobil, ratusan kilo meter pun bisa ditempuh.

Jangan anggap sepele perubahan yang kecil atau sedikit. Jika dilakukan secara kontinyu, akan membawa perubahan besar dalam hidup Anda.

Seorang trainer (Wiwoho) pernah mengatakan Kesuksesan besar adalah hasil dari kumpulan kesuksesan-kesuksesan kecil.

Rasulullah saw, dengan indah bersabda:
Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

Lakukanlah perubahan itu, meski pun kecil, sebab tidak ada yang kecil jika kita melakukan secara terus menerus, langkah demi langkah.

Mari berubah....!!!!!!!

Teruntuk Sahabatku


Sahabatku...............!!!!
Terkadang kita selalu merasa kalau kitalah yang paling benar,
padahal tanpa kita sadari ternyata kitalah yang bersalah,
objektiflah dalam menilai diri sendiri, jangan ikuti ego kita,
karena jika kita menyakiti hati orang lain
mungkin dari ucapan mereka mau memaafkan kita,
tapi dari hati mereka pasti ada bekasnya yang sulit dihapus.

Ingatlah sahabatku, manusia yang paling mulia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Seperti sebuah pohon yang apabila berteduh dibawahnya maka akan merasakan nyaman dan senang.

Berbagi Inspirasi

"Berbagi Inspirasi"
Teman,,,,
Sudahkah engkau merasakan SAKIT GIGI? berarti engkau sudah merasakan betapa pentingnya dan luar biasanya nikmat gigi sehat yang Allah berikan kepada kita. Tapi apakah ketika gigi sehat engkau mengingat nikmat tersebut? kemungkinan tidak, hanya ingat ketika gigi sudah sakit, karena kebanyakan manusia juga demikian.
Kalau gigi sedang sakit ada yang nangis, mukul dinding, teriak-teriak, minta ampun dan bahkan sampai ada yang memukul orang, begitulah kalau sudah sakit, kita ingat betapa pentingnya nikmat sehat itu, tapi kalau sedang sehat kita lupa akan nikmat itu. Begitu juga dengan nikmat-nikmat yang lain, mata yang masih dapat melihat, kaki yang masih dapat berjalan, tangan masih dapat menggenggam, mulut masih dapat bicara, telinga masih mendengar, jantung masih berfungsi, darah, hati, kulit, dan organ-organ lainnya yang masih dapat kita pergunakan sebagaimana mestinya. Kalau semuanya sehat terkadang kita lupa, tapi kalau sudah sakit barulah kita kalang kabut rela mengeluarkan berjuta-juta dan bahkan sampai harta habis terjual demi kesembuhan dan kesehatan tersebut.
Begitulah kita manusia teman,
Terkadang kita lupa, bahwa kita ini adalah makhluk hidup ada yang menciptakan, Hidup, mati, rezeki, jodoh sudah ada yang mengatur jalan hidup kita.
Kita ada yang menciptakan, dan kita diciptakan memiliki tujuan yaitu beribadah kepadaNya. Bukan berarti Dia butuh dan mempengaruhi kekuasaanNya karena ibadah-ibadah yang kita lakukan. TIDAK!!!!. Allah adalah Tuhan kita dan Tuhan seluruh alam, Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, juga Tata Surya dan Galaxy-Galaxy nya, Dialah yang menciptakannya dan segala urusan Dialah yang menanganinya.
Sudah tertulis jelas dan bahkan sudah sering kita baca di dalam Al Qur'an, begitu banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah. Dalam Surah Al-A'raf (7) ayat 54 dijelaskan : Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.
Di dalam Surah Yunus(10) ayat 3 juga disebutkan : Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?.
Teman,,,
Mari kita berbenah diri, perbaiki diri, mengingat kesalahan-kesalahan masa lalu dan untuk memperbaikinya kedepan, menuliskan strategi-strategi jitu untuk menjalani dan menyongsong kehidupan kedepan lebih baik. Dan yang terpenting jangan sampai melakukan kesalahan-kesalahan yang telah terbuat di masa lalu.
Teman,
Mari kembali kita ingat nikmat-nikmat yang telah kita ingkari yang Allah berikan kepada kita, aku yakin pasti ada dan mungkin sampai menumpuk. Kita ingat-ingat kembali perintah apa yang sering kita lalaikan atau bahkan kita tinggalkan. Mari kita merunduk sejenak, merendahkan ego, merendahkan hati, beristighfar, memohon ampun dan berdo'a semoga Allah mengampuni kita, dan Allah pasti akan mengampuni kita, asalkan kita belum terlambat. Karena Allah sudah berjanji bagi hambaNya yang mohon ampun pasti akan diampuni walaupun dosa-dosanya telah menumpuk, dengan syarat bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.
Teman,,,
Tulisan ini adalah pengingat ku teman, mudah-mudahan dapat mengingatkan mu juga atau bahkan mengingatkan banyak orang. Semoga bermanfaat. Karena aku merasakan sudah banyak kesalahan yang telah ku perbuat, aku rasa engkau dan kebanyakan orang juga demikian. Oleh karena itu mari kita sama-sama berbenah diri, mengenal Allah dengan membaca Al-Qur'an beserta terjemahannya, memahami maknanya, agar kita lebih mengenal Allah, Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan Kita dan Tuhan seluruh alam. Sebelum terlambat.
Salam berbenah diri
Dedi Ramdani Almandawiy.